Penyanyi Vidi Aldiano tampil memukau saat memeriahkan prosesi wisuda ke-23 Universitas Pelita Harapan (UPH), di Grand Chapel Kampus UPH, Karawaci, Tangerang, Sabtu (4/5).
Vidi Aldiano, satu dari 875 wisudawan yang dikukuhkan itu membawakan lagu karya sendiri berjudul "Kisah Kita".
Artis bersuara emas yang tampil dengan jubah merah dan toga hitam itu berasal dari Jurusan Manajemen, Bussines School UPH angkatan 2009.
Ia menyelesaikan studi tepat waktu yakni 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,63 predikat kelulusan cum laude. Vidi adalah salah satu dari 184 wisudawan yang meraih predikat cum laude pada angkatan
2012/2013 ini.
Dalam menyelesaikan tugas akhirnya, Vidi mengambil jalur non-skripsi berupa final project bisnis plan. Baginya, project ini sesuai dengan bidang yang sedang ia tekuni dan minati selama duduk di bangku kuliah.
Jurusan Manajemen yang diambil Widi adalah pilihan kedua setelah kedokteran.
"Awalnya saya lebih berminat masuk kedokteran, walaupun waktu itu orang tua menyarankan masuk elektro. Tetapi karena jadwal di luar studi cukup padat, saya akhirnya memutuskan ambil manajemen," kata Vidi.
Selain itu, kata Vidi, dengan mengambil jurusan managemen, ia mendapat bekal pengetahuan yang nantinya dapat digunakan untuk meneruskan bisnis keluarga. Bagi Vidi, pendidikan adalah hal yang sangat penting, dan menjadi prioritas dalam hidupnya.
Ketika ditanya alasan kuliah di UPH, penyanyi kelahiran Jakarta, 29 Maret 1990 itu mengatakan, karena didukung lingkungan kuliah yang sangat kondusif. Fasilitas kampus yang lengkap dan nyaman, serta banyaknya network sangat cocok untuk pebisnis.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada dosen pengajar di UPH, khususnya dosen Bisnis School, yang selalu up to date dalam pengetahuan di dunia bisnis. Para dosen juga paling memahami anak didiknya yang berjiwa muda, sehingga hubungan dosen dengan mahasiswa
terjalin baik.
"Pengalaman tak terlupakan 3,5 tahun. Saya tidak salah tempat, di mana ada teman-teman, dosen, dan lingkungan yang luar biasa. Dosennya banyak yang muda, gaul dan berwawasan luas. Semoga ini bermanfaat untuk bisnis saya ke depan," katanya, sambil menambahkan masih banyak kesan mendalam lainnya selama kuliah di UPH.
Berbeda dengan sebelumnya, wisuda di UPH kali ini spesial karena dihadiri founder Lippo Group sekaligus Ketua Dewan Penasehat UPH Mochtar Riady, pendiri dan Ketua Dewan Pembina UPH James Riady, dan founder Panin Group Mu'min Ali Gunawan beserta seluruh keluarga.
Dalam kesempatan itu pula, cucu dari Mu'min Ali Gunawan, Christine Dewi, yang lulus dari jurusan Ilmu Management secara khusus diwisuda oleh Mochtar Riady.
Upacara wisuda untuk berbagai jurusan pada jenjang D3, D4, S1, S2, dan S3 itu dipimpin Rektor UPH Jonathan L. Parapak, didampingi sekitar 26 majelis sidang, para orang tua, dan wisudawan. Dari 184 wisudawan yang mendapatkan predikat cum laude, terdapat IPK tertinggi pada program sarjana yakni 3,88 diraih oleh Merrisa Novianti dari jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik Industri. Sedangkan program magister diraih oleh Andrew Bain dengan IPK 3,83 dari program Magister
Manajemen.
Dalam pidatonya, Jonathan Parapak mengatakan, pendidikan haruslah yang holistik, yakni yang didukung dari keluarga, institusi keagamaan, pemerintah, dan institusi pendidikan itu sendiri. Dalam usianya yang
relatif muda yakni menjelang 20 tahun, UPH telah berhasil mewisuda 15.000 lulusan, yang saat ini berkarya di seluruh nusantara dan dunia.
"Dalam usia relatif muda mahasiswa UPH telah mampu untuk menampilkan prestasi gemilang secara nasional, regional maupun internasional," katanya.
Kepada wisudawan, Parapak berpesan, agar menggunakan ilmu sebaik mungkin saat masuk ke dunia masyarakat. Dunia yang penuh tantangan, yang berubah terus baik karena teknologi, ilmu pengetahuan, maupun perubahan kehidupan masyarakat itu sendiri.
Karena itu, wisudawan diharapkan menjadi agen perubahan yang penuh integritas, dedikasi, dan cerdas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat. Wisudawan diharapkan benar benar mewujudnyatakan visi UPH, yakni berilmu sejati, beriman tinggi pada Tuhan, dan berkarakter yang mulia.
"Dengan visi ini bisa mewujudnyatakan transformasi di masyarakat. Seperti kata Firman Tuhan, jadilah garam dunia, dan terang dunia, maka pergilah untuk bebuat baik dan bercahaya di depan orang agar mereka
memuliakan nama Bapa di Surga," katanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar